PERSYARATAN PENDAFTARAN PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS-1 (PPDS-1) DAN DOKTER LAYANAN PRIMER (DLP) FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN GELOMBANG I TAHUN AKADEMIK 2017/2018 (PERIODE SEPTEMBER 2017)

  1. Persyaratan Umum Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 (PPDS-1) dan Dokter Layanan Primer (DLP), meliputi:
    1. Dokter Warga Negara Indonesia lulusan Fakultas Kedokteran yang telah terakreditasi.
    2. Dokter Warga Negara Asing yang mendapat persetujuan Dirjen Dikti dan memenuhi ketentuan Konsil Kedokteran Indonesia.
    3. Mengisi formulir pendaftaran Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dengan diketik atau ditulis tangan (dengan huruf balok) yang terdiri atas 2 (tiga) set masing-masing 6 (enam) halaman, dapat di unduh di http://smup.unpad.ac.id atau http://pendaftaran.unpad.ac.id.
    4. Surat Permohonan untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran yang diketik atau ditulis tangan sendiri (dengan huruf balok) ditujukan kepada Yth.Rektor UNPAD melalui Dekan Fakultas Kedokteran UNPAD, tembusan kepada Koordinator PPDS dan DLP Fakultas Kedokteran UNPAD, dan kepada Ketua Program Studi terkait di lingkungan FK.UNPAD.
    5. Fotocopy Bukti Pembelian PIN (Personal Identification Number) dari Bank Negara Indonesia (BNI)/Bank yang ditunjuk.
    6. Fotocopy Kartu Ujian SMUP yang sudah ditanda tangan dan cap jempol tangan kiri.
    7. Hasil pencetakan isian biodata online yang sudah ditempel pas foto berwarna ukuran 3×4, tanda tangan di atas materai dan cap jempol tangan kiri.
    8. Telah memiliki Sertifikat/Nilai Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI).
    9. Telah memiliki Sertifikat/Nilai Tes Kemampuan Belajar Advanced (TKBA).
    10. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP).
    11. Fotocopy ijazah Sarjana Kedokteran yang telah dilegalisasi oleh pimpinan fakultas.
    12. Fotocopy ijazah Profesi yang telah dilegalisasi oleh pimpinan fakultas.
    13. Fotocopy transkrip akademik S.Ked. yang telah dilegalisasi oleh pimpinan fakultas (tidak menerima konversi Indeks Prestasi).
    14. Fotocopy transkrip akademik Profesi yang telah dilegalisasi oleh pimpinan fakultas (tidak menerima konversi Indeks Prestasi).
    15. Fotocopy Surat Tanda Registrasi (STR) dari Konsil Kedokteran Indonesia yang masih berlaku.
    16. Fotocopy Surat Ijin Praktek (SIP) Dokter terbitan pertama dan terakhir (yang masih berlaku).
    17. Telah lulus dokter minimal 1 (satu) tahun terhitung sejak dinyatakan lulus Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) dengan menyertakan fotocopy tanda bukti (Nilai/Hasil) kelulusan UKDI.
    18. Bagi dokter yang melaksanakan Internship, telah bekerja di Institusi Pelayanan Kesehatan (Rumah Sakit Pemerintah atau Swasta, maupun Klinik) selama 1 (satu) tahun sejak diterbitkannya Surat Ijin Praktek (SIP) Dokter dan dinyatakan dalam surat keterangan telah bekerja oleh pimpinan institusi.
    19. Surat rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setempat yang menyatakan aktif keanggotaan dan tidak pernah melakukan malpraktek atau melakukan pelanggaran kode etik kedokteran.
    20. Surat Keterangan Berbadan Sehat dari Rumah Sakit Pemerintah termasuk pemeriksaan buta warna (tidak buta warna).
    21. Surat Keterangan Bebas Penggunaan NAPZA (Narkotik, Psikotropik, dan Zat Adiktif lain), dari Rumah Sakit Pemerintah.
    22. Surat Keterangan Kelakukan Baik (SKKB) dari setingkat Kepolisian Resort Kota (Polresta).
    23. Khusus bagi calon pendaftar yang berasal dari instansi TNI dan POLRI Surat Keterangan Kelakukan Baik (SKKB) dikeluarkan dari kesatuan masing-masing yang telah dilegalisasi.
    24. Bagi yang telah melaksanakan PTT.wajib melampirkan fotocopy SK.Pengangkatan dan Penempatan PTT., serta Surat Keterangan Selesai Masa Bakti dari Kementerian Kesehatan.
    25. Bagi Pegawai Negeri Sipil wajib melampirkan fotocopy SK.Calon PNS (80%) dan SK.Pengangkatan PNS (100%).
    26. Bagi pendaftar yang berasal dari TNI dan POLRI wajib melampirkan fotocopy Surat Perintah (Sprin) Pertama dan Surat Perintah (Sprin) Terakhir.
    27. Bagi pendaftar yang dikirim oleh instansi pemerintah atau swasta, wajib melampirkan surat keterangan/pernyataan jaminan pembiayaan dari instansi yang mengirim.
    28. Surat rekomendasi yang telah ditandatangani pemberi rekomendasi.
    29. Fotocopy Sertifikat kongres/seminar/pertemuan ilmiah/kursus dan penelitian dalam bidang keilmuan program studi terkait yang pernah diikuti.
    30. Tidak sedang menempuh seleksi PPDS-1 dan DLP di Universitas lain pada periode yang sama, dan tidak sedang menjadi peserta PPDS-1 dan DLP di Program Studi manapun di Universitas Padjadjaran.
    31. Sebelum mendaftar disarankan untuk menghadap ke Kepala Departemen dan Ketua Program Studi terlebih dulu, kecuali untuk Program Studi Anestesiologi, Ilmu Penyakit Dalam, Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler, Radiologi, Patologi Klinik, Urologi, serta Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.
    32. Seluruh persyaratan di atas masing-masing dibuat 2 rangkap.
  2. Persyaratan Khusus Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 (PPDS-1) dan Dokter Layanan Primer (DLP), meliputi:
    1. (130121) Anestesiologi :
      • IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.
      • Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
      • Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ACLS
    2. (130221) Ilmu Bedah :
      • IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi masing-masing harus minimal 2,75.
      • Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September )
      • Wajib melampirkan hasil pemeriksaan laboratorium (asli) bebas penyakit Hepatitis B dan C serta bebas HIV.
      • Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ATLS.
      • Wajib memiliki sertifikat “Basic Surgical Course-Key Skills” dari Kolegium Ilmu Bedah Indonesia.
    3. (130321) Ilmu Bedah Saraf :
      • IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.
      • Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
    4. (130421) Obstetri dan Ginekologi :
      • IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.
      • Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
      • Wajib melampirkan hasil pemeriksaan laboratorium (asli) bebas penyakit Hepatitis B dan C, serta bebas HIV.
      • Tidak menderita buta warna, serta dilakukan pemeriksaan khusus lainnya oleh Program Studi Obstetri dan Ginekologi.
      • Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus, ATLS, ACLS, Asuhan Persalinan Normal (APN) dan PONED.
      • Merupakan nilai tambah bila memiliki pengalaman dalam mengikuti praktek/mendapat bimbingan dalam mengelola kasus Obstetri dan Ginekologi minimal selama 6 (enam) bulan, dengan menyertakan buku log yang sudah disahkan oleh dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit dimana pendaftar bekerja.
      • Tidak menerima calon peserta yang pernah mendaftar di pusat studi (Universitas) lain dengan nilai akreditasi sama atau lebih rendah daripada nilai akreditasi Departemen Obstetri & Ginekologi FK.UNPAD.
      • Calon peserta hanya bisa mendaftar maksimal sebanyak 2 (dua) kali pendaftaran.
      • Bagi calon peserta wanita tidak boleh hamil pada tahun pertama, jika diterima.
    5. (130521) Ilmu Kedokteran Jiwa :
      • IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.
      • Usia Maksimal : 40,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
    6. (130621) Ilmu Kedokteran Forensik :
      • IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,50.
      • Usia maksimal pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ) 35,0 tahun bagi peserta Reguler dan, sebelum 42,0 tahun bagi PNS dan peserta tugas belajar (tubel).
    7. (130721) Ilmu Kesehatan Anak :
      • IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi masing-masing harus minimal 2,75.
      • Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
      • Wajib mengikuti kursus resusitasi neonatus dan merupakan nilai tambah bila telah mengikuti Pediatric Emergency Life Support (PELS), dan Advanced Pediatric Resuscitation Course (APRC).
      • Tidak diperkenankan mendaftar lebih dari 2 (dua) kali di Program Studi Ilmu Kesehatan Anak di Indonesia.
      • Bagi calon peserta wanita tidak boleh hamil pada tahun pertama, jika diterima.
      • Tidak praktek pribadi dalam 6 (enam) bulan pertama, jika diterima.
    8. (130821) Patologi Anatomi :
      • IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.
      • Usia Maksimal 37,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
      • Surat Keterangan bebas buta warna (tidak buta warna) dan glukoma.
      • Bagi calon peserta wanita tidak boleh hamil pada semester pertama, jika diterima.
    9. (130921) Patologi Klinik :
      • IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.
      • Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
      • Surat Keterangan bebas buta warna (tidak buta warna) dan glukoma.
    10. (131021) Ilmu Penyakit Dalam :
      • IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi masing-masing harus minimal 2,75.
      • Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
      • Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti ACLS dan COMET.
      • Bagi calon peserta wanita tidak boleh hamil pada tahun pertama, jika diterima.
    11. (131121) Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin :
      • IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.
      • Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
    12. (131221) Ilmu Kesehatan Mata :
      • IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.
      • Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
      • Harus memiliki tajam penglihatan terbaik dengan koreksi minimal 0.8 (binocular), memiliki kemampuan penglihatan stereoskopis yang baik dan tidak menderita buta warna pemeriksaan mata dilakukan oleh Program Studi Ilmu Kesehatan Mata/ PMN.RS.Mata Cicendo.
    13. (131321) Neurologi :
      • IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.
      • Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
      • Sertifikat telah mengikuti CME Neurologi merupakan nilai tambah.
      • Calon peserta hanya bisa mendaftar maksimal sebanyak 2 (dua) kali pendaftaran.
    14. (131421) Ilmu Kesehatan THT-KL :
      • IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.
      • Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
      • Wajib melampirkan hasil pemeriksaan laboratorium (asli) bebas penyakit Hepatitis B dan C serta bebas HIV.
      • Wajib melampirkan hasil pemeriksaan/surat keterangan bebas buta warna.
      • Dilakukan pemeriksaan khusus oleh Program Studi Ilmu Kesehatan THT-KL.
      • Calon peserta hanya bisa mendaftar maksimal sebanyak 2 (dua) kali pendaftaran.
      • Merupakan nilai tambah bila menunjukkan minat program studi, yang dibuktikan dengan memiliki sertifikat telah mengikuti kongres/simposium/seminar/workshop/bakti sosial/pertemuan ilmiah Ilmu Kesehatan THT-KL.
      • Wajib lapor ke Kepala Departemen dan Ketua Program Studi untuk melanjutkan/mengikuti seleksi calon PPDS-1.
    15. (131521) Radiologi :
      • IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.
      • Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
    16. (131621) Orthopaedi dan Traumatologi :
      • IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.
      • Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
      • Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ATLS.
      • Dilakukan pemeriksaan kesehatan khusus oleh Program Studi Orthopaedi dan Traumatologi yang antara lain mencakup fungsi ginjal, profil lipid-kolesterol, penyakit menular tertentu (hepatitis A, B, dan C, serta pemeriksaan infeksi HIV) dan Bebas Buta Warna.
      • Merupakan nilai tambah bila memiliki pengalaman dalam mengikuti praktek/mendapat bimbingan dalam mengelola kasus Orthopaedi dan Traumatologi minimal selama 6 (enam) bulan, dengan menyertakan buku log yang sudah disahkan oleh dokter spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di rumah sakit dimana pendaftar bekerja.
      • Calon peserta pernah membuat Karya Ilmiah Akhir, Skripsi atau Minor Thesis saat menempuh pendidikan S1 Kedokteran.
      • Telah mengikuti minimal 3 (tiga) kegiatan symposium / kongres Orthopaedi berskala nasional, menjadi nilai tambah jika membawakan karya ilmiah.
      • Softcopy Curriculum Vitae dan pas photo warna terbaru ukuran 4×6 dikirim melalui email ke : orthounpad@gmail.com
      • Lapor ke Ketua Kolegium Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia, melalui email orthounpad@gmail.com (untuk melajutkan/mengikuti seleksi Calon PPDS-1 Orthopaedi dan Traumatologi di FK.UNPAD pada periode Maret atau September*)
      • Calon peserta hanya bisa mendaftar sebanyak 2 (dua) kali di Program Studi Orthopaedi dan Traumatologi di seluruh Indonesia.
    17. (131721) Ilmu Kedokteran Nuklir :
      • IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,50.
      • Usia maksimal pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ) 37,0 tahun bagi peserta Reguler, dan 42,0 tahun bagi peserta tugas belajar (tubel).
      • Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ECG.
    18. (131821) Urologi :
      • IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi masing-masing harus minimal 2,75.
      • Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
      • Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ATLS.
      • Tidak diperkenankan mendaftar lebih dari 2 (dua) kali di Program Studi Urologi di Indonesia.
    19. (131921) Ilmu Bedah Anak :<
      • IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi gabungan minimal 2,75.
      • Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
      • Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ATLS.

      /li>

    20. (132021) Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi :
      • IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.
      • Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat mendaftar.
    21. (132121) Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler :
      • IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi masing-masing harus minimal 3,00.
      • Usia Maksimal : 35,0 tahun bagi pendaftar dari jalur Dokter Umum, dan 45,0 bagi pendaftar dari jalur Dokter Spesialis Penyakit Dalam, pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
      • Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ACLS dan EKG.
      • Merupakan nilai tambah bila telah mengikuti program PTT. dengan baik.
      • Merupakan nilai tambah bila memiliki pengalaman dalam mengikuti praktek/mendapat bimbingan dalam mengelola kasus Kardio minimal selama 12 (dua belas) bulan, dengan menyertakan buku log yang sudah disahkan oleh dokter spesialis Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler di rumah sakit dimana pendaftar bekerja.
      • Merupakan nilai tambah bila telah memperoleh penghargaan pemerintah seperti sebagai dokter teladan atau pernah bertugas dengan baik di daerah bencana alam.
      • Merupakan nilai tambah bila menunjukkan minat pada program studi, yang dibuktikan dengan mengikuti kongres / seminar / pertemuan ilmiah / kursus dan penelitian dalam bidang keilmuan terkait.
      • Tidak menerima calon peserta yang pernah mendaftar di pusat studi (Universitas) lain dengan nilai akreditasi sama atau lebih rendah daripada nilai akreditasi Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK.UNPAD.
      • Menjadi calon prioritas bila peserta diutus oleh Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Barat, dengan menunjukkan surat rekomendasi dari Bupati/Wakil, dan/atau Walikota/Wakil.
      • Calon peserta hanya bisa mendaftar maksimal sebanyak 2 (dua) kali pendaftaran.
    22. (132221) Dokter Layanan Primer :
      • IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75.
        Persyaratan tambahan untuk Program Pendidikan Masa Transisi (dokter yang telah praktik > 5 tahun) :
      • Tidak ada batas maksimal usia
      • Melampirkan bukti telah melakukan pengalaman pemberdayaan masyarakat (misal : melakukan asesmen populasi di wilayah cakupan kerja, melakukan asesmen epidemiologi penyakit berdasarkan populasi di wilayah cakupan kerja, dll.)
      • Melampirkan bukti telah melakukan pengalaman manajemen fasilitas pelayanan kesehatan primer (misal : menerapkan prinsip patient safety, melakukan evaluasi program berbasis kendali mutu, dll.)
      • Melampirkan bukti pengalaman menjadi pimpinan (misal : pimpinan program pemberdayaan masyarakat, pimpinan organisasi profesi, dll.)
      • Melampirkan bukti pengalaman menangani kasus klinik (misal : kelainan alergik, anestesi dan penanganan nyeri, kelainan yang mengancam jiwa dan kegawat daruratan, kelainan kardiovaskular, dll.)
    23. (132321) Ilmu Bedah Plastik :
      • IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi masing-masing harus minimal 2,75.
      • Usia Maksimal : 35,0 tahun pada saat memulai pendidikan (tanggal 1 Maret / 1 September ).
      • Wajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ATLS yang masih berlaku.
      • Wajib melampirkan hasil pemeriksaan laboratorium (asli) bebas penyakit Hepatitis B dan C serta bebas HIV.
      • Wajib melampirkan hasil pemeriksaan/surat keterangan bebas buta warna.
      • Merupakan nilai tambah bagi calon peserta yang pernah mengikuti pelatihan atau terpapar dengan kegiatan yang berhubungan dengan bedah plastik.
      • Merupakan nilai tambah bagi calon peserta yang pernah membuat tulisan ilmiah setelah lulus dokter, dan pernah sebagai peneliti atau membantu penelitian.
      • Bagi calon peserta wanita tidak boleh hamil pada tahun pertama, jika diterima.
      • Membuat surat pernyataan tidak pernah berhenti dari program studi lain karena alasan afektif (perilaku).
      • Tidak diperkenankan mendaftar lebih dari 2 (dua) kali di Program Studi Ilmu Bedah Plastik di Indonesia, dan membuat pernyataan tertulis.
      • Wajib melapor ke sekretariat Program Studi Ilmu Bedah Plastik untuk mengikuti seleksi.
  3. Ketentuan tambahan :
    • Telah mengikuti program PTT. dengan baik, merupakan nilai tambah untuk semua program studi.
    • Memperoleh penghargaan pemerintah seperti dokter teladan atau pernah bertugas dengan baik di daerah bencana alam, merupakan nilai tambah bagi semua program studi.
    • Menunjukkan minat pada program studi yang dituju, yang dibuktikan dengan mengikuti kongres/seminar/pertemuan ilmiah/kursus dan penelitian dalam bidang keilmuan terkait, merupakan nilai tambah untuk semua program studi.
  4. Mengisi formulir pendaftaran yang terdiri dari 2 (tiga) rangkap dan melengkapi seluruh persyaratan sesuai tercantum diatas, serta disusun sesuai dengan persyaratan pendaftaran tersebut sebanyak 2 (tiga) bundel berkas (seluruh persyaratan dilampirkan di formulir pendaftaran setiap bundel berkas), kemudian diserahkan/dikirim ke alamat  Sekretariat Program Studi Pendidikan Lanjut (PSPL) FK.UNPAD di Gedung Rumah Sakit Pendidikan UNPAD Lantai IV Jl.Eijkman No.38 Bandung 40161.

    Apabila dikirim melalui agen pengiriman, berkas harap dikirim menyesuaikan lama pengiriman dengan batas waku penyerahan/pengembalian. Batas penyerahan/pengembalian berkas adalah berkas sudah kembali ke sekretariat Program Studi Pendidikan Lanjut (PSPL) FK.UNPAD sesuai tanggal yang telah ditentukan, dapat dilihat di http://smup.unpad.ac.id atau http://pendaftaran.unpad.ac.id.

  5. Seleksi Peserta SMUP PPDS dan DLP :
    Selain harus memenuhi persyaratan yang tercantum dalam ketentuan di atas, setiap peserta diwajibkan mengikuti seleksi berupa :

    1. Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI) [dilaksanakan oleh Tim TKBI]
    2. Tes Kemampuan Belajar Advanced (TKBA) [dilaksanakan oleh Tim TKBA]
    3. Tes Psikometrik dan Kognitif / Tes MMPI [dikoordinasikan oleh SMUP melalui sekretariat PSPL FK.Unpad]
    4. Tes Akademik [dilaksanakan oleh program studi terkait sesuai pendaftaran]
    5. Wawancara [dilaksanakan oleh program studi terkait sesuai pendaftaran]
  6. Pengumuman Penerimaan Calon Mahasiswa Baru :
    Surat Keputusan Penerimaan Calon Mahasiswa Baru ditanda tangani oleh Rektor Universitas Padjadjaran dan diumumkan melalui website: http://smup.unpad.ac.id atau http://pengumuman.unpad.ac.id, dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran akan memberikan Surat Keterangan hasil keputusan seleksi penerimaan calon mahasiswa baru kepada setiap pendaftar, baik yang diterima maupun yang tidak diterima sebagai peserta PPDS dan DLP.
    Pendaftar yang diterima menjadi calon peserta PPDS dan DLP wajib segera menghubungi sekretariat Program Studi Pendidikan Lanjut (PSPL) untuk pengurusan persyaratan registrasi administrasi dan akademik selaku Calon Mahasiswa Baru UNPAD.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sekretariat Program Studi Pendidikan Lanjut (PSPL) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran di Gedung Rumah Sakit Pendidikan UNPAD Lantai IV Jl.Eykman No.38 Bandung telp: 022-2036549, fax: 022-2036549.